Kamis, 27 Juni 2013

Review "Man Of Steel"




Halo semuanya !!
Kali ini gw akan membahas film yang di produseri oleh salah satu produser terkemuka di dunia (baca: Christopher Nolan) yang tayang di Indonesia sejak tanggal 13 Juni 2013 kemaren dan berdurasi 2 jam lebih. Christopher Nolan sudah memproduseri banyak film bagus loh. Mau disebutin nih? The Batman Begins, The Dark Knight, The Dark Knight Rises, dan yang paling keren (menurut gw) adalah Inception. Menurut gw, keputusan pihak DC COMIC (bagi yang gak tau dc comic itu apa, klik disini ya) untuk merekrut si Nolan sangat tepat deh. Kenapa? Karena dia bisa membuat film ini LUAR BIASA!

Baiklah, pertama-pertama yang gw mau bahas yaitu mengenai logo dari 'Man of Steel' itu sendiri. Kenapa gw mau bahas ini? Karena menurut gw logo merupakan salah satu hal terpenting bagi superhero ini. Logo superman mempunya banyak model dalam komik dan berganti terus-menerus. Dan di film ini, mereka menggunakan logo superman tahun 1941. Gak percaya? Coba googling dulu sana :p.

Dan hal kedua yang bikin film ini keren adalah :


Yup, pemeran Superman itu sendiri :D. Di film 'Man of Steel' ini, Henry Cavill di beri kehormatan untuk menjadi seorang 'superman'. Menurut gw, si Henry emang pantas menjadi 'superman' karena tubuhnya itu loh -_-. Tapi, ada 2 hal  yang ganjil dalam film ini. Yang pertama, tokoh superman di film ini gak mempunyai 'keriting' dirambutnya (gak percaya? coba perhatiin superman di film terdahulu). Dan yang kedua adalah no underwear in outside. Mungkin pihak yang merancang kostum superman ingin merubah imej dari superman itu sendiri. Sayangnya, para geek superman (mungkin) kecewa atas perubahan kostum ini (meski kostum yang sekarang jauh lebih kece dari film-film sebelumnya).

Selanjutnya adalah pemeran ibu dari Clark Kent (Martha Kent). 

Diana Lane lah yang ditunjuk untuk menjadi mother of superman (in earth, of course). Kenapa gw mau bahas tentang Diana Lane? Karena (sekali lagi) menurut gw, kalo si doi sangat menjiwai dalam memerankan Martha Kent. Dalam aktingnya, dia 'menunjukkan' hubungan martha kent secara apik. Meski kalau dipikir-pikir, hubungan Martha Kent dengan superman hampir mirip dengan hubungan Aunt May-nya Spiderman dengan spiderman.

Sayangnya waktu gw nonton film ini, gw (sangat) berharap bisa ngeliat 'contekan' untuk film berikutnya dan ternyata tidak ada -_-. Kenapa gw (sangat) berharap? Mungkin karena beredarnya 'isu' pembuatan Justice League. Bagi yang gak tau Justice League itu apa, gw akan jelasin dikit. Justice League boleh dikatakan mirip dengan The Avengers. Tetapi  yang membedakannya adalah The Avengers dinaungin oleh Marvel sedangkan Justice League dinaungi oleh DC COMICS.

Sebagai kesimpulan, gw menyimpulkan kalau film ini dapat dijadikan salah satu film yang wajib di nonton dalam versi 3D (versi 2D juga gak papa kok) dan seluruh unsur filmnya gw kasih 4 bintang.

-zerone-

INTRODUCTION !!

Hello!!

Nama gw adalah Ricky Ramadhan. Gw merupakan salah satu mahasiswa di universitas terkemuka di kota Makassar. Dan gw mengambil jurusan sastra inggris. Kenapa sastra inggris? kenapa bukan kedokteran ?

Alasan gw mengambil jurusan sastra inggris mungkin karena gw ingin menikmati hidup gw. Banyak teman-teman kita yang diluar sana yang kuliah ngambil jurusan kedokteran karena tuntutan dari orang tua mereka (padahal mereka sendiri gak mampu di jurusan ini!). Bukan maksud gw sih 'menjatuhkan' jurusan kedokteran dan ngebanggain jurusan gw. Tapi tulisan ini gw tulis berdasarkan pengamatan gw.

Emang sih jurusan kedokteran mempunyai 'masa depan' menjanjikan (menjadi dokter). Tapi pernah gak kalian sadari, udah berapa banyak dokter diluar sana yang 'freelance' ? Dan berapa banyak dokter yang buka praktek di rumah mereka? Bayangin gak, jika semua orang nurutin kemauan orang tua untuk menjadi dokter, terus siapa nanti yang jadi pasiennya?


Sebenernya sih gw (sangat) salut sama dokter-dokter di luar sana yang mengabdi kepada masyarakat terpencil. Jarang loh kita nemuin orang seperti mereka. Mereka rela hasil 'kerja keras' mereka dibayar hanya dengan senyuman. Mereka rela berpisah dengan keluarga mereka demi melihat keluarga orang lain bahagia.

Mereka ini lah yang menurut gw pantas dikatakan sebagai 'dokter'. Dan gw sangat berharap para calon-calon dokter di Indonesia kita tercinta ini mempunyai niat yang tulus dalam mengobati masyarakat. Bukan cuma hanya untuk mengejar materi.


Gw rasa tulisan gw kali ini cukup sampai disini. Insyaallah tulisan ini gw lanjut kalau gw dapat 'informasi' baru. Dan sekali lagi gw tekankan kalau gw gak ada niat sedikitpun untuk mengurungkan niat siapapun untuk menjadi dokter. If you want become a doctor, you must believe that you can. Your destiny in your hand, not in other people hand :)

-zerone-